Skip to main content

Posts

Islam semakin disudutkan

Sungguh menyedihkan melihat kondisi atau paradigma masyarakat luas terhadap Islam dewasa ini. Betapa tidak,  banyak isu-isu negatif yang melibatkan orang beragama Islam.  Isu kekerasan, kebohongan, bahkan ujaran kebencian hampir semua menyentuh Islam.  Contoh yang bisa saya sebutkan adalah label teroris. Isu tersebut tak bisa jauh dari Islam. Jika kita mengamati dari media hampir semua terduga maupun tersangka dengan predikat teroris adalah orang pemeluk agama Islam. Bahkan semua variabel yang mengikutinya secara gamblang disebutkan. Dari asal orang tua nya hingga sekolah di pondok mana terpampang jelas. Jika kita menilik Pilkada DKI kemarin, kini Islam seakan menjadi dagangan politik. Sebuah label yang sulit dihapus ketika ada kasus penistaan Agama yang dilakukan oleh salah satu calon Gubernur ketika itu. Islam yang disinggung, Islam yang disudutkan ketika ada ulama meluruskan, ada ormas yang menegur dan ada masa dari masyarakat Islam yang risih disitulah muncul o...

3 Tahun Menjadi Bapak

Sudah barang tentu menjadi sebuah kebahagiaan ketika kita dikaruniai seorang Anak. Hal itu pula yang saya rasakan tatkala Istri yang beberapa bulan setelah saya Nikahi memberi kabar bahwa ia positif hamil. "Alhamdulillah...", ucap saya ketika itu. Hampir keguguran, mengalami kontraksi semu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit serta permintaan Istri paling aneh adalah es degan di malam hari menjadi warna tersendiri selama proses kehamilan. Singkat cerita Alhamdulillah, waktu yang dinanti datang juga. Bertepat di RSI Kustati anak pertama saya lahir dengan normal. Mobil ambulan yang membawa Istri saya tiba di RSI Kustati Sabtu (28/2) Tahun 2015 mobil ambulan yang membawa Istri saya tiba di Rumah Sakit sekitar pukul 17.30 WIB. Anak saya lahir pada pukul 21.55 WIB dengan BB 2.4 Kg dan TB 46 Cm. Rasa syukur dan kebahagiaan yang saya rasakan ketika melihat secara langsung proses kelahiran. Meskipun awalnya ngeri melihat alat-alat operasi di ruang persalinan. Saya merasa ...

Keadilan Yang Tidak Merata

Hari ini banyak media membicarakan kepulangan Novel Baswedan. Salah satu penyidik KPK itu pulang dari masa perawatan luka mata yang ia jalani di salah satu rumah sakit di Singapura.  Luka tersebut didapatkan akibat penyiraman air keras yang ia alami 10 bulan yang lalu.  Pulangnya Novel tersebut bak pahlawan yang disambut banyak kalangan,  termasuk dari internal KPK yang akan menyiapkan sambutan khusus. Apa yang menimpa Novel memang tindakan biadab dan sebuah bentuk teror terhadap penegakan  hukum khususnya pemberantasan korupsi di tanah air. Ya,  Novel memang menjadi simbol perlawanan terhadap korupsi setelah apa yang menimpa pada dirinya terjadi bertepatan dengan kasus yang ia tangani yakni mega proyek e KTP yang merugikan Negara triliunan rupiah. Tapi di sisi lainnya Novel adalah ancaman bagi para koruptor e KTP yang saat ini sedang ditangani KPK.  Polri sebagai lembaga yang berwenang mengusut tuntas kasus ini belum menunjukkan hasil memuaskan....

Isu agama yang mudah dimanfaatkan

Kesimpulan diatas ditemukan oleh Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PusHAM) Universitas Islam Indonesia (UII). Dikutip dari Solopos, temuan tersebut didasarkan dari studi yang telah dilakukan dan menurut mereka konflik yang mengatasnamakan Agama di beberapa lokasi di tanah air hanyalah upaya pihak pihak tertentu untuk kepentingan ekonomi maupun politik. Dari hasil riset menunjukan, kepentingan ekonomi dan kepentingan politik adalah dua variabel yang bisa bekerja sama dalam lingkup kecil untuk kepentingan masing-masing.  "agar tidak terlalu terlihat,  isu Agama yang dimainkan. Isu ini merata. Kami ingin sampaikan, kita punya masalah serius ketika tafsir ayat suci Agama jadi tafsir ruang publik padahal kita punya konstitusi ", ujar Direktur PusHAM UII Eko Riyadi dikutip dari Solopos.  Wah, sebuah hasil penelitian yang mungkin akan menegur kita.  Dewasa ini isu Agama memang sangat melekat. Apalagi mendekati tahun politik 2018.  Pertanyaan besarnya adal...

Wow, 1200 Anjing dimakan setiap hari

Pernah merasakan masakan daging Anjing?. Kalau belum,  berarti sama. Hehe Saya terkejut membaca berita di solopos.com yang menyampaikan ternyata di Solo banyak pedagang atau warung penjual olahan daging anjing. Data yang disampaikan cukup mengejutkan bagi saya, dimana ada sekitar 100 warung dan satu warung rata-rata harus membunuh 12 ekor anjing per harinya, tergantung laris atau tidaknya warung tersebut. Para pedagang menjual olahan daging anjing dengan berbagai varian masakan dari satai jamu, rica-cica, hingga tongseng. Saya juga baru tahu, ternyata ada komunitas yang memperhatikan maraknya kuliner masakan anjing ini. Bersumber dari solopos.com, komunitas itu bernama Sahabat Anjing Surakarta atau komunitas peduli anjing.  Mereka berdiri sejak 2012. Cerita singkatnya komunitas pecinta anjing tersebut pada awalnya hanya mengamati. Lama-kelamaan mereka cukup gemas dengan menjamurnya pedagang makanan anjing. Mereka beranggapan bahwa menkonsumsi anjing sebagai makan...

Dibalik Final Piala Presiden 2018

Viral foto dan video Gubernur DKI Anies Baswedan yang dilarang oleh Paspampres turun ke podium pemain bersama rombongan Presiden memang menimbulkan beragam tanggapan. Ada pihak yang menyayangkan terjadinya peristiwa ini.  Dan ada juga yang menganggap hal ini biasa biasa saja yang tidak perlu dipermasalahkan.  Pihak yang paling bertanggung jawab dalam peristiwa ini adalah ketua panitia Piala Presiden,  yaitu Maruarar Sirait.  Dalam keterangan nya beliau sudah memberikan keterangan perihal peristiwa tersebut, "Itu pejabat juga enggak semuanya turun. Pak Mensos (Idrus Marham) enggak turun, Kepala BIN (Budi Gunawan) juga enggak turun. Ya baik-baik aja gitu loh," ujar Maruarar dikutip dari okezone.com.  Sebuah keterangan yang membantah berbagai spekulasi yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi karena perbedaan pandangan politik mereka yang kebetulan berbeda.  Saya sendiri sulit menerima keterangan tersebut. Bagaimana dengan anda?.  K...

Pertanyaan menyakitkan

Secara sengaja atau tidak terkadang rasa peduli terhadap saudara atau orang lain dalam bentuk bertanya justru akan membuat sakit hati orang yang mendapat pertanyaan tersebut. Benar atau tidak dan apa saja pertanyaan yang akan membuat orang lain sakit hati, berikut ulasan saya. Pertanyaan pertama "Kamu rangking berapa?". Kita akan sering mendapat pertanyaan tersebut ketika berada pada masa Sekolah Dasar (SD) sampai SMA. Sebuah pertanyaan yang menurut saya tidak cukup bijaksana. Karena pertanyaan tersebut mengandung makna bahwa seorang anak harus berlomba-lomba mendapat nilai 100 atau sempurna ataupun ranking 1. Karena itulah terkadang beberapa anak merasa minder, kecil hati, bahkan tersakiti dengan pertanyaan tersebut. Sebenarnya sah-sah saja pertanyaan tersebut. Hanya saja pertanyaan yang sering dilontarkan para orang tua tersebut, terkadang menyudutkan bagi anak-anak yang memang kurang dalam hal akademik. Akan lebih bijaksana apabila pertanyaan tersebut diganti denga...

Totalitas dalam kebersamaan

Setiap individu terlahir dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Bahkan kita tidak bisa mengelak atau memilih karakteristik tertentu ada pada diri kita. Misal kita terlahir dari rahim seorang Ibu siapa, kita terlahir dari etnis apa, kulit kita berwarna apa, fisik kita seperti apa. Beberapa hal tersebut adalah wewenang Allah SWT dan kita tidak bisa memilihnya. Dalam keluarga kita tumbuh dan berkembang menjadi mahluk sosial. Mahluk yang membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Sejak kecil orang tua / keluargalah kelompok kita yang membantu tumbah kembang kita sebagai individu. Dari keluargalah kita mengenal organisasi sebuah kelompok. Bahwa ada peran masing-masing dalam kelompok yang menjadi tugas individu yang dibangun dengan dasar tolong menolong. Sebuah tugas yang sebenarnya ada dua sisi layaknya uang logam. Sisi pertama merupakan kewajiban. Sebuah kewajiban apabila kita mencermati dari perspektif Agama dan Budaya. Dengan meyakini bahwa Allah menciptakan manusia dari ...

Selamat Jalan, Julia Perez!

Innalillahi wainna ilaihi raji'un... Pada hari Sabtu (10/6/2017) Julia Perez menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta . Wanita yang berprofesi sebagai aktris ini beberapa tahun terakhir berjuang melawan penyakit yang ia derita. Berbagai cara sudah ditempuh hingga berobat ke luar Negeri untuk mencari kesembuhan. Tapi semuanya termasuk kehidupan ini adalah milik Allah SWT. Akhirnya Allah mentakdirkan kehidupan Jupe memang cukup sampai disini. Saya dan Jupe (sapaan akrab Julia Perez) memang sama sekali tidak ada hubungan. Saya mengetahui Jupe dan pastinya Jupe tidak mengenal saya. Hehe.. Tapi yang membuat saya ingin menulis adalah saya atau kita bisa mengambil hikmah dari apa yang dialami Jupe. Sepenilaian saya, Jupe sebagai seorang Wanita memiliki banyak kelebihan yang diberikan Tuhan yang mengantarkan ia menjadi salah satu aktris terpopuler di Indonesia. Kelebihan Jupe yang mungkin tidak dimiliki wanita pada umumnya adalah ...

Kenangan dari Gunung Merbabu

Kurang lebih sebulan yang lalu saya mendapat pengalaman pertama mendaki gunung. Kegiatan yang belum pernah saya lakukan ini ternyata cukup mengesankan untuk dikenang. Selain keelokan pemandangan khas pegunungan yang tentu menyegarkan, kegiatan mendaki ternyata juga bisa membuat kita belajar lebih mencintai dan menjaga alam. Sebelumnya saya tidak ada niatan untuk mendaki gunung. Hal ini dikarenakan berawal dari Istri yang bercerita soal temannya yang menjual kaos untuk kegiatan sosial pendidikan. Konon ceritanya kegiatan tersebut dikombinasikan dengan mendaki ke puncak Merbabu. Singkat cerita Istri saya menawarkan untuk berangkat sendiri mengikuti kegiatan tersebut. Sebenarnya niat Istri hanya menawarkan apakah saya berani atau tidak mendaki gunung bersama komunitas baru yang belum saya kenali orang- orangnya. Akhirnya saya iyakan tawaran yang sedikit berbau tantangan tersebut. Meskipun pada awalnya saya ragu. Keraguan saya dikarenakan tidak memiliki peralatan pendakian, dan apabil...

AHOK dalam pikiran saya

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering dikenal Ahok menjadi salah satu pejabat yang fenomenal saat ini. Kepemimpinannya yang tak biasa sering mengundang kritikan bahkan hujatan. Hal tersebut tak luput dari gaya Ahok yang ceplas ceplos, tegas, dan cenderung tanpa kompromi. Hal ini sangat berbeda dengan Gubernur sebelum-sebelumnya di DKI termasuk yang terakhir Gubernur  Jokowi yang sekarang menjadi RI 1. Dalam beberapa kasus Ahok juga kedapatan tidak mampu mengendalikan emosi di depan media, bahkan mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan seorang Pemimpin. Bagaikan dua sisi mata uang, tak sedikit pula yang kagum dengan Ahok yang dinilai sukses memperbaiki Ibu Kota dengan keberanian dan ketegasannya. Tetapi, menjelang Pilkada DKI yang akan berlangsung Tahun depan, seolah banyak pihak dan media membicarakan gaya kepemimpinan Ahok dengan kondisi Jakarta dan kasus yang menimpanya saat ini. Dipungkiri atau tidak, banyak survey yang menunjukkan bah...

LGBT

Akhir akhir ini kita familiar dengan istilah LGBT. Dalam banyak kesempatan di media cetak maupun elektronik, LGBT menjadi bahan diskusi yg menarik dan cenderung panas karena menimbulkan efek Pro dan Kontra. Bagi saya pribadi Lesby, Gay, Biseksual dan Transgender bukan sebuah cerita yg baru. Di bangku sekolah saya pernah mendengar sebuah cerita di jaman Nabi Luth, ketika kaum sodom di adzab Allah dikarenakan perbuatannya tersebut (mencintai sesama jenis). Tentu kita sebagai umat beragama harus berusaha mencegah kejadian serupa terulang kembali. Mengutip acara talkshow ILCdi Tv One dua tokoh Agama yang berbeda sudah sepakat berusaha menekan perkembangan LGBT. Kesepakatan itu didapat karena LGBT diyakini sebagai penyimpangan perilaku. Artinya dengan pendekatan Agama, perilaku LGBT tidak bisa diterima ataupaun dibenarkan. lantas apa solusi terbaik bagi kondisi ini?. Saya sepakat jika kondisi dewasa ini sangat mrmprihatinkan ketika kita melihat di beberapa Negara lain melegalka...