Skip to main content

Posts

Sedikit profil dari Elliyina yang bisa kita contoh...

Sedikit pengalaman tentang kesehatan dan kesakitan ini sengaja saya tulis untuk teman-teman seusia saya khususnya. Semua terinspirasi dari pertanyaan kalian seputar apa yang saya makan, mengapa saya hanya makan itu, mengapa saya tidak makan ini, dan pertanyaan sejenisnya. Ini beberapa riwayatnya: Bapak saya meninggal (67 tahun) karena pneumia (radang paru). Penyebabnya adalah hal-hal sepele, seperti seringnya bergaul dengan para perokok pasif dan menghirup asapnya, bersih-bersih di tempat yang berdebu tanpa masker, hingga polusi harian dari asap kendaraan bermotor. Kakak kandung saya meninggal (26 tahun) di usia sangat muda belia karena penyakit internis, anak ginjal hingga liver terserang cancer. Saat dia hidup dan sehat, kami sering bercanda dan mengatakan bahwa singkong bakar, chitos, chitato, taro, chiki dkk, yang bikin rasanya enak itu bukan karena jajanan/contennya itu sendiri, tapi MSG nya yang kita jilat-jilat sampek bersih saat menempel di jari-jari itu yang b...

Seandainya saja para perokok menjadi perokok yang ber-budiman

Suka tidak suka rokok adalah sesuatu yang tak bisa lepas dari kehidupan kita saat ini. Dimanapun kita berada di negeri ini kita akan menjumpai barang satu ini dipegang dan dihisap oleh orang di sekeliling kita entah muda ataupun tua, entah laki-laki ataupun perempuan, entah orang miskin ataupun kaya. Rokok/merokok sangat tidak berguna bagi saya dan semua orang yang TIDAK merokok. Dan tentu saja rokok ini begitu sangat penting bagi para perokok. Hal ini tidak perlu kita perdebatkan. Hanya saja saya dan orang-orang lainnya terkadang “kehilangan” kenyamanan atau hak untuk sehat karena berada disekeliling orang-orang perokok. Bagi saya barang satu ini menjadi fenomena tersendiri di Negara kita. Disatu sisi rokok menjadi komoditas yang sangat besar bagi pendapatan Negara melalui pajak sekaligus menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Disisi lain Negara kita sulit mengurangdi dampak negatif rokok di masyarakat, padahal Negara ini sadar rokok berbahaya bagi kesehatan. Hal ini t...

Antara suka dan tidak suka Pencapresan Joko Widodo

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah resmi dicalonkan partainya PDI Perjuangan menjadi Capres 2014 mendatang. Gubernur yang menjabat belum genap 2 tahun ini memang menjadi tokoh yang fenomenal di Negara kita saat ini. Setelah dua periode menjabat sebagai Walikota Solo, belum tuntas masa jabatannya ia memenangkan Pilgub DKI Jakarta. Tidak tanggung-tanggung yang ia kalahkan dalam Pilgub DKI Jakarta adalah sang”Juara Bertahan” Fauzi Bowo atau yang akrab disapa Foke. Penampilan sederhana, berbicara apa adanya ditambah dengan gaya blusukannya menjadi andalan utamanya untuk memikat hati warga Jakarta. Sekarang dalam waktu singkat (menjadi Gubernur DKI) Joko Widodo berpeluang menjadi orang Nomor satu di Negeri ini. Keputusan Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri menunjuk pria yang akrab disapa Jokowi ini mendapat respon beragam dari kalangan masyarakat. Bagi internal Partai barangkali pencalonan kadernya ini akan sangat bermanfaat dalam meraup suara dalam Pileg mendatan...

Tulisan akan lebih tua dari diri saya sendiri

Menulis adalah salah satu kegiatan baru yang saya miliki sejak awal tahun 2011 lalu. Hoby baru saya ini bermula ketika saya membuat akun cahyoarea.blogspot.com . saya merasa keinginan untuk menulis mengalir begitu saja, selagi ada mood apapun yang saya alami tiba-tiba bisa saya tulis ketika saya berada di depan komputer. Saya tidak memasang aturan khusus tentang teknis penulisan yang akan saya tulis. Untuk isi tulisan temanya beragam, hanya saja saya berusaha menulis sesuatu yang bermanfaat untuk pembaca. Sejauh ini ada banyak komentar tentang blog/tulisan saya, ada yang suka dan ada yang tidak suka. Sebagian besar tulisan saya memang sebuah realita yang saya alami dalam kehidupan pribadi saya, barangkali terkesan memalukan bagi sebagian pembaca, namun bagi saya ada aspek lain atau pembelajaran bagi pembaca tentang sisi lain pengalaman hidup saya. Seperti kutipan saya sendiri “ MENULIS ADALAH PERPADUAN PIKIRAN, HATI, EMOSI, SERTA JARI JEMARI SAYA DALAM MENGEKSPRESIKAN KEHIDUPAN S...

"Rasa Lain" BAMBANG PAMUNGKAS

Tidak bisa dipungkiri Bambang Pamungkas yang akrab di sapa Bepe merupakan striker tersubur yang pernah dimiliki Indonesia. Sampai detik ini rekor pencetak gol terbanyak bagi Timnas Indonesia masih dipegang pemain yang identik dengan nomor punggung 20 ini. Menjalani debut pertama bersama Timnas sejak 1999 Bepe telah mencetak 44 gol di semua ajang. Bepe juga dikenal sebagai pesepak bola yang sangat loyal dengan klub yang ia bela. Karir sepak bolanya selama 14 tahun di Indonesia ia habiskan di satu klub professional, Persija. Diluar klub Indonesia Bepe pernah bermain untuk EHC Hoensbroek Norad Holand  (2000 selama 4 bulan) dan Selangor FC Malaysia (2005 - 2007) . Saya sendiri salah satu fans Bepe, bagi saya Bepe memberikan tontonan lebih dari sekedar sepak bola. Meskipun skill olah bolanya saya akui masih kalah dengan striker timnas lainnya macam Boaz, Budi Sudarsono, maupun Elly Eiboy namun Bepe memiliki naluri mencetak gol yang mematikan. Kecerdikan dalam menempatkan...