Skip to main content

Tulisan akan lebih tua dari diri saya sendiri


Menulis adalah salah satu kegiatan baru yang saya miliki sejak awal tahun 2011 lalu. Hoby baru saya ini bermula ketika saya membuat akun cahyoarea.blogspot.com. saya merasa keinginan untuk menulis mengalir begitu saja, selagi ada mood apapun yang saya alami tiba-tiba bisa saya tulis ketika saya berada di depan komputer. Saya tidak memasang aturan khusus tentang teknis penulisan yang akan saya tulis. Untuk isi tulisan temanya beragam, hanya saja saya berusaha menulis sesuatu yang bermanfaat untuk pembaca.

Sejauh ini ada banyak komentar tentang blog/tulisan saya, ada yang suka dan ada yang tidak suka. Sebagian besar tulisan saya memang sebuah realita yang saya alami dalam kehidupan pribadi saya, barangkali terkesan memalukan bagi sebagian pembaca, namun bagi saya ada aspek lain atau pembelajaran bagi pembaca tentang sisi lain pengalaman hidup saya.Seperti kutipan saya sendiri “MENULIS ADALAH PERPADUAN PIKIRAN, HATI, EMOSI, SERTA JARI JEMARI SAYA DALAM MENGEKSPRESIKAN KEHIDUPAN SECARA SEDERHANA”.

Bagi saya selain akan bermanfaat bagi pembaca saya merasa dengan menulis bisa menjadi “sahabat: baru saya dalam berbagi. Saya merasa plong setelah menulis sesuatu yang pada awalnya saya anggap suatu permasalahan. Sehingga terkadang ketika saya memiliki beban pikiran menulis adalah solusi yang saya tempuh.

Hingga saat ini setidaknya sudah ada 60 judul artikel tulisan yang saya posting ke blog pribadi saya cahyoarea.blogspot.com dari tulisan pertama saya berjudul “Hari Ini” hingga yang terakhir berjudul “Rasa Lain Bambang Pamungkas”. Dari semua tulisan tersebut setelah saya mencoba membaca satu persatu saya tersenyum-senyum sendiri membaca tulisan saya. Bahkan saya menilai tulisan saya bisa membuat orang lain tahu positif dan negatifnya diri saya. Dan saya rasa itu adalah salah satu mengapa saya menulis.

Satu hal yang saya sadari tulisan merupakan sesuatu yang abadi dan bisa dilihat atau dibaca kapanpun dan oleh siapapun. Akhirnya saya berharap tulisan saya yang akan memiliki usia lebih panjang dari diri saya ini bisa memaparkan mana yang harus ditiru dan mana yang harus tidak ditiru dari seorang M. CAHYO WICAKSONO entah sikapnya maupun pikirannya.

SELAMAT MENIKMATI…


Comments

Popular posts from this blog

Hidup Tenang atau Senang?

Ditengah hiruk pikuk kehidupan modern ini, saya mengajak kita berhenti sejenak dan menjawab pertanyaan sederhana tapi mendalam: Apakah kita ingin hidup tenang atau hidup senang? Sekilas keduanya terdengar serupa. Namun, sejatinya keduanya bisa berjalan ke arah yang sangat berbeda. Kesenangan seringkali bersumber dari hal-hal yang bersifat sementara. Ia datang dari pencapaian, kekayaan, pujian, atau validasi dari orang lain. Saat semua itu hadir, hati terasa melambung. Tapi begitu hilang, kegelisahan pun datang. Hidup senang bisa terasa seperti mengejar bayangan selalu tampak dekat, namun tak pernah benar-benar bisa digenggam. Sementara itu, ketenangan lahir dari keseimbangan antara pikiran, hati, dan perbuatan. Ia tidak bergantung pada pujian orang lain atau banyaknya materi yang dimiliki. Hidup tenang adalah ketika seseorang mampu berdamai dengan dirinya sendiri menyadari batas, mensyukuri nikmat, dan tidak iri pada apa yang ada di tangan orang lain. Sayangnya, kehidupan modern dengan...

"molimo"

Ada sebuah ungkapan unik yang menggambarkan problematika mertua dengan menantu. Ungkapan atau istilah tersebut saya dengar pertama kali disingkat dengan kata “molimo”. Pada awalnya saya mengenal istilah tersebut adalah   singkatan dari beberapa kata perbuatan tercela dalam masyarakat seperti maling, madat, madon, main dan minum. Tetapi ternyata ada singkatan lain dari ungkapan “molimo” tersebut, yakni madep mantep mangan melu moro tuo, moro tuo muni-muni mantu minggat, moro tuo mati mantu marisi . Dalam bahasa Indonesia ungkapan tersebut kurang lebih berarti keyakinan ikut makan dan tinggal dengan mertua, mertua marah-marah menantu pergi dari rumah, mertua meninggal kemudian menantu mendapatkan warisan” . Dalam menyingkat istilah tersebut ada beberapa perbedaan, selain “molimo” ada yang menyebut dengan istilah “mosongo” atau “molimolas” dan lain sebagainya. Istilah ini familiar di telinga saya sendiri, saya pun terkadang juga memakai istilah ini sekedar untuk guyonan say...

Impian Tampil di Piala Dunia digagalkan Ego PSSI

Berbagai cerita manis telah ditorehkan Sepakbola Nasional. Asa untuk menorehkan sejarah baru, untuk menatap panggung yang selama ini hanya jadi mimpi, Piala Dunia. Tapi di tengah perjalanan itu, terasa badai datang bukan dari lawan di lapangan, melainkan dari keputusan di meja federasi. PSSI memilih berpisah dengan coach Shin Tae-yong sosok yang selama hampir lima tahun terakhir menjadi arsitek perubahan terbesar dalam sepakbola nasional. Bukan soal yang sederhana. Sebab STY bukan hanya pelatih, tapi juga pembentuk budaya baru di tubuh timnas. Dari pola makan, disiplin waktu, hingga mental bertanding, semuanya ia ubah pelan-pelan. Kita masih ingat bagaimana awalnya banyak pemain yang “kaget” dengan standar latihan ala Korea Selatan itu. Tapi dari situlah perubahan dimulai dan proses itu nyata. Jejak yang Tak Bisa Dihapus: Di bawah asuhan STY, timnas Indonesia menapaki fase yang mungkin tak pernah dibayangkan sebelumnya. Diantaranya: Finalis Piala AFF 2020, dengan skuad muda penuh seman...