Skip to main content

Buka Mata , Buka Telinga

apalagi yang harus kulakukan
untuk hidup yang kadang membingungkan
seperti sore mendung mengurungku
dalam ruang mencemaskan detik yang datang
sayup terdengar burung bernyanyi
cacian nikmat mengubur ketakutan
perlahan tegaskan hati mencoba mengisi hari
membuka mata dan telinga
menggali sejuta rahasia
hidup ini yang penuh kejutan
ada alasan mengapa kita diciptakan
sejenak ku sempat mempertanyakan
mengapa hidup terkadang membingungkan
yang salah dibenarkan begitupun sebaliknya
kebajikan luntur oleh keburukan
bait-bait diatas merupakan bagian lirik lagu baru Sheila On 7 yang berjudul “Buka mata buka telinga”. Akhir-akhir ini saya sering memutar lagu tersebut, khususnya saat di pagi hari sesaat setelah saya menyalakan computer untuk bekerja. Selain saya memang sudah menggemari lagu-lagu Sheila On 7 sejak dahulu kala,lagu-lagu di album baru mereka yang bertajuk “Musim yang baik” banyak terdapat lagu-lagu yang bisa membangkitkan motifasi saya. Hehehe..
khusus untuk lirik lagu di atas yang saya jadikan judul dalam tulisan ini, saya berpendapat bahwa lagu tersebut sesuai realita kehidupan yang saya jalani. Mungkin juga pembaca merasakan hal yang sama.
Dari bait pertama lagu tersebut, menggambarkan kebingungan dan kebimbangan sesorang yang memang kadang kita alami. Kebimbangan hidup ini karena masalah yang berasal dari beberapa hal. bisa dari masalah pekerjaan, masalah keluarga, ataupun masalah lainnya yang membuat hidup kita seperti terkekang “sore yang mendung”. Tetapi sebagai manusia yang dilengkapi akal kita semestinya mampu bangkit dari hal-hal yang membuat kita bingung menjalani hisup ini. Kita harus optimis dengan perlahan” tegaskan hati mencoba mengisi hari” dan melalui setiap permasalahan yang ada. Itulah” ada alasan mengapa kita diciptakan” oleh Tuhan.
Kita dikaruniahi Tuhan banyak hal untuk menjadikan hidup ini lebih baik. Salah satunya dengan membuka mata dan telinga untuk melihat dan mendengarkan hal-hal yang baik yang akan membantu kita menyelesaikan setiap masalah yang ada. Dengan menyadari dan menggunakan  kelebihan yang kita miliki sebagai manusia ciptaan Tuhan kita akan mampu “menggali sejuta rahasia” Tuhan dalam hidup ini yang memang tidak kita ketahui ujungnya. Kita sebagai manusia selalu memiliki rencana yang indah yang kita lakukan dengan berusaha sebaik mungkin. Tapi Tuhan membuat “ hidup ini yang penuh kejutan”.
Hanya saja kejutan dari Tuhan tersebut terkadang  kita selalu berpikir sempit dan negative, sehingga yang kita rasakan hanya kesedihan. Kita sebagai manusia memang mencita-citakan semuanya sesuai rencana dan berakhir baik, semua orang menginginkan hal tersebuat tapi terkadang kita harus realistis bahwa hidup itu ada fase naik dan turun ada senang dan sedih .

Selesai…

Comments

Popular posts from this blog

Hidup Tenang atau Senang?

Ditengah hiruk pikuk kehidupan modern ini, saya mengajak kita berhenti sejenak dan menjawab pertanyaan sederhana tapi mendalam: Apakah kita ingin hidup tenang atau hidup senang? Sekilas keduanya terdengar serupa. Namun, sejatinya keduanya bisa berjalan ke arah yang sangat berbeda. Kesenangan seringkali bersumber dari hal-hal yang bersifat sementara. Ia datang dari pencapaian, kekayaan, pujian, atau validasi dari orang lain. Saat semua itu hadir, hati terasa melambung. Tapi begitu hilang, kegelisahan pun datang. Hidup senang bisa terasa seperti mengejar bayangan selalu tampak dekat, namun tak pernah benar-benar bisa digenggam. Sementara itu, ketenangan lahir dari keseimbangan antara pikiran, hati, dan perbuatan. Ia tidak bergantung pada pujian orang lain atau banyaknya materi yang dimiliki. Hidup tenang adalah ketika seseorang mampu berdamai dengan dirinya sendiri menyadari batas, mensyukuri nikmat, dan tidak iri pada apa yang ada di tangan orang lain. Sayangnya, kehidupan modern dengan...

"molimo"

Ada sebuah ungkapan unik yang menggambarkan problematika mertua dengan menantu. Ungkapan atau istilah tersebut saya dengar pertama kali disingkat dengan kata “molimo”. Pada awalnya saya mengenal istilah tersebut adalah   singkatan dari beberapa kata perbuatan tercela dalam masyarakat seperti maling, madat, madon, main dan minum. Tetapi ternyata ada singkatan lain dari ungkapan “molimo” tersebut, yakni madep mantep mangan melu moro tuo, moro tuo muni-muni mantu minggat, moro tuo mati mantu marisi . Dalam bahasa Indonesia ungkapan tersebut kurang lebih berarti keyakinan ikut makan dan tinggal dengan mertua, mertua marah-marah menantu pergi dari rumah, mertua meninggal kemudian menantu mendapatkan warisan” . Dalam menyingkat istilah tersebut ada beberapa perbedaan, selain “molimo” ada yang menyebut dengan istilah “mosongo” atau “molimolas” dan lain sebagainya. Istilah ini familiar di telinga saya sendiri, saya pun terkadang juga memakai istilah ini sekedar untuk guyonan say...

Impian Tampil di Piala Dunia digagalkan Ego PSSI

Berbagai cerita manis telah ditorehkan Sepakbola Nasional. Asa untuk menorehkan sejarah baru, untuk menatap panggung yang selama ini hanya jadi mimpi, Piala Dunia. Tapi di tengah perjalanan itu, terasa badai datang bukan dari lawan di lapangan, melainkan dari keputusan di meja federasi. PSSI memilih berpisah dengan coach Shin Tae-yong sosok yang selama hampir lima tahun terakhir menjadi arsitek perubahan terbesar dalam sepakbola nasional. Bukan soal yang sederhana. Sebab STY bukan hanya pelatih, tapi juga pembentuk budaya baru di tubuh timnas. Dari pola makan, disiplin waktu, hingga mental bertanding, semuanya ia ubah pelan-pelan. Kita masih ingat bagaimana awalnya banyak pemain yang “kaget” dengan standar latihan ala Korea Selatan itu. Tapi dari situlah perubahan dimulai dan proses itu nyata. Jejak yang Tak Bisa Dihapus: Di bawah asuhan STY, timnas Indonesia menapaki fase yang mungkin tak pernah dibayangkan sebelumnya. Diantaranya: Finalis Piala AFF 2020, dengan skuad muda penuh seman...