Skip to main content

“Apabila bercanda kami keterlaluan mohon dimaafkan apabila berkenan silahkan dilanjutkan”



Surakarta, 1 Desember 2013 sekelompok orang mengadakan acara shilaturahmi sekaligus arisan. Acara yang berlokasi di kediaman M. Cahyo Wicaksono yang beralamat di Jl. Pamedan No. 2 Kepatihan Wetan ini dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dari jadwal yang disepakati semula pukul 13.00 WIB . Acara dibuka oleh MC Doni Putra Pradana. Dalam sambutan pembukaannya sang pembawa acara menyampaikan pentingnya acara tersebut. Selain bernilai ibadah lebih lanjut Doni menyampaikan bahwa acara tersebut akan menimbulkan pikiran positif antar sesama, sehingga layak untuk dijadikan acara rutin. Sekitar 5 menit MC membuka acara, sambutan dilanjutkan oleh Cahyo selaku tuan rumah. Cahyo menyampaikan terimakasih kepada semua tamu undangan yang telah bersedia hadir. “special thanks to fritzie dan aska semoga menjadi anak yang sehat dan cerdas”,imbuhnya yang di amini semua anggota. Setelah sambutan tersebut MC juga mengajak semua anggota untuk membaca asmaul husna secara bersama-sama. Acara silaturahmi dan arisan ini merupakan serangkaian acara yang akan dilaksanakan secara marathon dari seluruh anggotanya, yang sebelumnya acara pertama diselenggarakan di kediaman Rohmat Sabani. Tampak berbeda di acara silaturahmi dan arisan kali ini adalah Imron Robani hadir dalam acara tersebut yang pada kesempatan pertama berhalangan hadir. 

Kegiatan ini  beranggotakan 5 orang yakni Iqbah Fahmi Fadhillah, Doni Putra Pradana, Diyanti, Imron Robani, M Cahyo Wicaksono, dan Rohmat Sabani. Dimana kedua anggota mereka Iqbal dan Imron sudah berkeluarga dan memiliki satu anak. Menurut pantauan tim cahyoarea.blogspot.com acara berjalan sangat santai dan sedikit formal dengan adanya susunan acara. Sepanjang acara selalu ada guyonan-guyonan dari anggotanya. Beberapa moment lucu yang terjadi dalam kegiatan tersebut adalah pertama saat Doni sebagai MC memberi sambutan awal menyampaikan manfaat dari silaturahmi, belum selesai bicara secara tiba-tiba salah satu anggota, Cahyo menyahut,”mempermudah menemukan jodoh”. Sontak celotehan tersebut membuat anggota lainnya tertawa, karena Doni adalah anggota yang belum memiliki pasangan. Salah satu peserta yakni teman dari Diyanti yang hadir dalam acara tersebut juga menjadi sorotan karena ulah lucu mereka. Tidak jarang beberapa kali para anggota mengeluarkan celotehan-celotehan lucu di tengah-tengah acara.

Acara secara keseluruhan berjalan lancar dan acara ditutup tepat pukul 15.00 WIB bertepatan berkumandangnya adzan solat ashar. Untuk acara selanjutnya hasil dari undian akan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 2 Februari 2014 di kediaman Imron Robani. Setelah acara ditutup salam dari MC, Doni. Tiba-tiba Cahyo memberi statement penutup,” apabila bercanda kami keterlaluan mohon dimaafkan apabila berkenan silahkan dilanjutkan”. Sontak statement tersebut mengundang gelak tawa dan semua anggota perhatiannya tertuju ke Doni dan teman dari Diyanti. Akhirnya kegiatan silaturahmi dan arisan ditutup dengan suasana suka cita dan penuh tawa. (M Cahyo Wicaksono/cahyoarea.blogspot.com).

Comments

Popular posts from this blog

Hidup Tenang atau Senang?

Ditengah hiruk pikuk kehidupan modern ini, saya mengajak kita berhenti sejenak dan menjawab pertanyaan sederhana tapi mendalam: Apakah kita ingin hidup tenang atau hidup senang? Sekilas keduanya terdengar serupa. Namun, sejatinya keduanya bisa berjalan ke arah yang sangat berbeda. Kesenangan seringkali bersumber dari hal-hal yang bersifat sementara. Ia datang dari pencapaian, kekayaan, pujian, atau validasi dari orang lain. Saat semua itu hadir, hati terasa melambung. Tapi begitu hilang, kegelisahan pun datang. Hidup senang bisa terasa seperti mengejar bayangan selalu tampak dekat, namun tak pernah benar-benar bisa digenggam. Sementara itu, ketenangan lahir dari keseimbangan antara pikiran, hati, dan perbuatan. Ia tidak bergantung pada pujian orang lain atau banyaknya materi yang dimiliki. Hidup tenang adalah ketika seseorang mampu berdamai dengan dirinya sendiri menyadari batas, mensyukuri nikmat, dan tidak iri pada apa yang ada di tangan orang lain. Sayangnya, kehidupan modern dengan...

"molimo"

Ada sebuah ungkapan unik yang menggambarkan problematika mertua dengan menantu. Ungkapan atau istilah tersebut saya dengar pertama kali disingkat dengan kata “molimo”. Pada awalnya saya mengenal istilah tersebut adalah   singkatan dari beberapa kata perbuatan tercela dalam masyarakat seperti maling, madat, madon, main dan minum. Tetapi ternyata ada singkatan lain dari ungkapan “molimo” tersebut, yakni madep mantep mangan melu moro tuo, moro tuo muni-muni mantu minggat, moro tuo mati mantu marisi . Dalam bahasa Indonesia ungkapan tersebut kurang lebih berarti keyakinan ikut makan dan tinggal dengan mertua, mertua marah-marah menantu pergi dari rumah, mertua meninggal kemudian menantu mendapatkan warisan” . Dalam menyingkat istilah tersebut ada beberapa perbedaan, selain “molimo” ada yang menyebut dengan istilah “mosongo” atau “molimolas” dan lain sebagainya. Istilah ini familiar di telinga saya sendiri, saya pun terkadang juga memakai istilah ini sekedar untuk guyonan say...

Impian Tampil di Piala Dunia digagalkan Ego PSSI

Berbagai cerita manis telah ditorehkan Sepakbola Nasional. Asa untuk menorehkan sejarah baru, untuk menatap panggung yang selama ini hanya jadi mimpi, Piala Dunia. Tapi di tengah perjalanan itu, terasa badai datang bukan dari lawan di lapangan, melainkan dari keputusan di meja federasi. PSSI memilih berpisah dengan coach Shin Tae-yong sosok yang selama hampir lima tahun terakhir menjadi arsitek perubahan terbesar dalam sepakbola nasional. Bukan soal yang sederhana. Sebab STY bukan hanya pelatih, tapi juga pembentuk budaya baru di tubuh timnas. Dari pola makan, disiplin waktu, hingga mental bertanding, semuanya ia ubah pelan-pelan. Kita masih ingat bagaimana awalnya banyak pemain yang “kaget” dengan standar latihan ala Korea Selatan itu. Tapi dari situlah perubahan dimulai dan proses itu nyata. Jejak yang Tak Bisa Dihapus: Di bawah asuhan STY, timnas Indonesia menapaki fase yang mungkin tak pernah dibayangkan sebelumnya. Diantaranya: Finalis Piala AFF 2020, dengan skuad muda penuh seman...