Skip to main content

CINTA itu bukan "TAI KUCING RASA COKELAT"

terlalu banyak nikmat Allah yang kita rasakan selama hidup ini,
salah satu kenikmatan tersebut adalah cinta dan kasih sayang dari orang lain.orang tua, saudara, teman, sahabat, hingga kekasih merupakan orang-orang disekitar kita yang peduli dan cinta terhadap diri kita.

Tanpa mengesampingkan cinta satu dengan yang lainnya ada satu cinta yang bisa membuat kita begitu bahagia. Ya, saya kira para pembaca akan setuju dengan saya bahwa tiada kata untuk menggambarkan kebahagiaan saat kita dicintai orang yang kita cintai, dan ini merupakan salah satu titik terindah dari garis kehidupan kita saat kita menemukan orang yang akan menemani sisa hidup ini.

menemukan orang yang dicintai memang sangat membahagiakan terkadang secara berlebihan orang-orang menggambarkan jatuh cinta itu dengan kata-kata "tai kucing pun terasa cokelat".
Begitu juga dengan saya, salah satu hal terindah yang paling saya tunggu sementara ini mendapat jawaban dari Allah. kemana jalan hidup saya memang belum pasti tetapi saya berusaha melaksanakan tugas saya sebaik-baiknya sebagai manusia dan sebagai laki-laki bagi seorang perempuan yang telah memilih saya untuk dicintai. jalan yang baik itu seperti apa bagi seseorang sangatlah subyektif. ketika seseorang bertemu dengan orang yang dianggap belaan jiwanya banyak efek yang menyertai dibelakangnya. ada yang melampiaskan secara berlebihan hingga berzina (norma agama), ada yang harus menikah karena dianggap masyarakar berlebihan (norma adat), ada yang terlalu lama menunda pernikahan karena belum mantap (norma individu), dan masih banyak lagi respon yang muncul.

berkaca dengan masa lalu memang salah satu respon terbaik saat menemukan orang yang cinta dengan kita. seperti para pembaca, saya juga memiliki masa lalu. meskipun terkadang masa lalu saya itu yang membuat saya dinilai negative bagi sebagian kerabat saya, yang terkadang juga membuat wanita berpikir 1000 kali untuk mencintai saya dan berakhir pada keraguan.saya pernah gagal saat mencoba. bagi saya gagal adalah hal biasa dalam hidup, tetapi kegagalan bukan tujuan saya saat saya ingin mencoba.

Terlalu lama tulisan ini dibaca apabila saya harus menjelaskan secara detail masa lalu saya. hal yang patut saya syukuri adalah saya dicintai wanita yang menerima segala keadaan saya dan mampu melihat diri saya dari perspektif masa depan yang akan kami jalani.

 Menentukan teman hidup merupakan salah satu keputusan terbesar dalam kehidupan manusia. yang akan menentukan arah kehidupan selanjutnya. atas dasar ini dan berdasar masa lalu memang banyak perubahan yang saya alami yang membuat beberapa orang dekat saya mungkin tidak memahami pola pikir atau jalan hidup saya, atau bahkan terkejut.

Saya sendiri juga terkejut akhirnya mencapai titik ini. saya mendapatkan sesuatu diluar dugaan saya. ini semua adalah amanah dari Allah menitipkan seorang wanita dalam hidup saya. seperti apa wanita tersebut memang tidak saya ceritakan disini. tapi seperti apapun wanita itu dia telah menitipkan rasa cintanya pada saya.
Saat saya mendapat anugerah ini respon saya memang sangat berbeda ketika saya mendapatkannya di masa lalu yang saya pikir jatuh cinta menjadikan "tai kucing pun terasa cokelat".

PERASAAN CINTA DARI SEORANG WANITA ADALAH AMANAH DARI TUHAN UNTUK LAKI-LAKI.

sehingga bisa membedakan mana "tai kucing" dan mana "rasa cokelat yang manis" dalam sebuah hubungan.

So, masih inginkah pembaca memiliki cinta yang serasa "tai kucing pun terasa cokelat"?

TULISAN INI SPESIAL UNTUK LELAKI YANG TERLALU MENCINTAI PASANGANNYA DAN BAGI LAKI-LAKI YANG TERLALU SEDIH DITINGGAL PASANGANNYA.

LEBIH SPESIAL BAGI WANITA YANG SEDANG BINGUNG MENYERAHKAN KEPADA SIAPA RASA CINTANYA.

KARENA LELAKI TINGGAL MENERIMA DAN MELANJUTKAN.



Comments

Popular posts from this blog

Hidup Tenang atau Senang?

Ditengah hiruk pikuk kehidupan modern ini, saya mengajak kita berhenti sejenak dan menjawab pertanyaan sederhana tapi mendalam: Apakah kita ingin hidup tenang atau hidup senang? Sekilas keduanya terdengar serupa. Namun, sejatinya keduanya bisa berjalan ke arah yang sangat berbeda. Kesenangan seringkali bersumber dari hal-hal yang bersifat sementara. Ia datang dari pencapaian, kekayaan, pujian, atau validasi dari orang lain. Saat semua itu hadir, hati terasa melambung. Tapi begitu hilang, kegelisahan pun datang. Hidup senang bisa terasa seperti mengejar bayangan selalu tampak dekat, namun tak pernah benar-benar bisa digenggam. Sementara itu, ketenangan lahir dari keseimbangan antara pikiran, hati, dan perbuatan. Ia tidak bergantung pada pujian orang lain atau banyaknya materi yang dimiliki. Hidup tenang adalah ketika seseorang mampu berdamai dengan dirinya sendiri menyadari batas, mensyukuri nikmat, dan tidak iri pada apa yang ada di tangan orang lain. Sayangnya, kehidupan modern dengan...

"molimo"

Ada sebuah ungkapan unik yang menggambarkan problematika mertua dengan menantu. Ungkapan atau istilah tersebut saya dengar pertama kali disingkat dengan kata “molimo”. Pada awalnya saya mengenal istilah tersebut adalah   singkatan dari beberapa kata perbuatan tercela dalam masyarakat seperti maling, madat, madon, main dan minum. Tetapi ternyata ada singkatan lain dari ungkapan “molimo” tersebut, yakni madep mantep mangan melu moro tuo, moro tuo muni-muni mantu minggat, moro tuo mati mantu marisi . Dalam bahasa Indonesia ungkapan tersebut kurang lebih berarti keyakinan ikut makan dan tinggal dengan mertua, mertua marah-marah menantu pergi dari rumah, mertua meninggal kemudian menantu mendapatkan warisan” . Dalam menyingkat istilah tersebut ada beberapa perbedaan, selain “molimo” ada yang menyebut dengan istilah “mosongo” atau “molimolas” dan lain sebagainya. Istilah ini familiar di telinga saya sendiri, saya pun terkadang juga memakai istilah ini sekedar untuk guyonan say...

Impian Tampil di Piala Dunia digagalkan Ego PSSI

Berbagai cerita manis telah ditorehkan Sepakbola Nasional. Asa untuk menorehkan sejarah baru, untuk menatap panggung yang selama ini hanya jadi mimpi, Piala Dunia. Tapi di tengah perjalanan itu, terasa badai datang bukan dari lawan di lapangan, melainkan dari keputusan di meja federasi. PSSI memilih berpisah dengan coach Shin Tae-yong sosok yang selama hampir lima tahun terakhir menjadi arsitek perubahan terbesar dalam sepakbola nasional. Bukan soal yang sederhana. Sebab STY bukan hanya pelatih, tapi juga pembentuk budaya baru di tubuh timnas. Dari pola makan, disiplin waktu, hingga mental bertanding, semuanya ia ubah pelan-pelan. Kita masih ingat bagaimana awalnya banyak pemain yang “kaget” dengan standar latihan ala Korea Selatan itu. Tapi dari situlah perubahan dimulai dan proses itu nyata. Jejak yang Tak Bisa Dihapus: Di bawah asuhan STY, timnas Indonesia menapaki fase yang mungkin tak pernah dibayangkan sebelumnya. Diantaranya: Finalis Piala AFF 2020, dengan skuad muda penuh seman...