Skip to main content

media itu bernama SEPAK BOLA

Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku, ku yakin sore ini pasti menang......!

petikan bait lagu berjudul "garuda di dadaku" yang di populerkan salah satu band di tanah air ini memang sangat familiar di telinga kita, lagu yang selalu mengiringi TIMNAS SEPAK BOLA INDONESIA bertanding ini selalu terdengar di berbagai media. apalagi sejak bulan desember yang lalu ketika perhelatan Piala AFF. meskipun kita sedikit malu dikalahkan negeri jiran MALAYSIA, tapi semangat lagu tersebut tidak luntur yang digambarkan saat acara puncak FINALL AFF meskipun Timnas kesayangan kita tidak berhasil menjuarai turnamen ini. semua pendukung Timnas tetap bangga dan memberi apresiasi yang luar biasa kepada Firman Utina CS.
semua elemen bangsa ini seakan-akan terbangun ketika menyaksikan setiap laga Timnas di turnamen tersebut, tak peduli pejabat atau rakyat kecil, semua perhatian tertuju ke Sepak bola hingga mengalahkan issu-issu panas di negeri ini pada saat itu. dan saya kira seumur hidup saya menikmati sepak bola tanah air, moment itu termasuk momen penting dalam persepak bolaan tanah air selain saat Timnas beraksi di ajang Piala Asia 2007 dan menjadi tuan rumah. melalui dua turnamen tersebut saya memiliki pandangan bahwa betapa hebatnya sepak bola sehingga mampu menyatukan berbagai elemen di negeri ini untuk mendukung Timnas, bahkan stadion terbesar di Indonesia Gelora Bung Karno yang berkapasitas 88.000 sesak dipenuhi pendukung yang seakan-akan semua suporter Timnas ingin mendukung langsung perjuangan Bambang Pamungkas cs ini beraksi.
memang turnamen tersebut sudah berakhir. meskipun Timnas kita belum memenuhi harapan berupa prestasi seperti yang kita inginkan, tapi setidaknya kita serasa punya harapan ketika semua elemen negeri ini dari elit hingga rakyat biasa bisa bersatu mendukung Timnas kita yang teraktualisasi dengan permainan yang sangat impresif pantang menyerah dari pemain Timnas kita di lapangan. harapan untuk maju, harapan untuk lepas dari berbagai persoalan negeri ini, serta harapan untuk bersatu di bawah naungan GARUDA dirasakan semua rakyat negeri ini.

TAPI MASALAHNYA TURNAMEN TERSEBUT SUDAH MENJADI MASA LALU. APAKAH DENGAN SELESAINYA TURNAMEN TERSEBUT, SELESAI JUGA SEMUA HARAPAN DAN SEMANGAT KITA UNTUK BERSATU MEMBANGUN NEGERI INI LAYAKNYA SAAT KITA MENYAKSIKAN TIMNAS INDONESIA BERTANDING?

olah raga merupakan miniatur kehidupan kita. Seperti fenomena sepak bola yang saya ungkapkan di atas. selain dari sisi permainannya tersebut yang ada aturan dan menjunjung tinggi sportivitas dan fair play sebagai jiwa bermain, begitu juga para penonton yang bersatu dari seluruh tingkat masyarakat, seluruh warna bendera klub daerah masing-masing semua bersatu mendukung dan mendo'akan kesuksesan negeri ini melalui media bernama Sepak Bola.
Sepak bola merupakan bagian kecil dari Negeri yang besar ini, sampai sekarang masih tersimpan banyak masalah di negeri ini. termasuk dalam organisasi Sepak bola pun tak luput dari berbagai masalah.
saya tidak memandang negeri ini sebagai sesuatu yang sempurna yang berjalan tanpa adanya kesalahan sistemik ataupun non sistemik. tapi layaknya ketika kita sedang menyaksikan serta mendukung timnas bertanding meskipun kalah kita tretap semangat menatap masa depan karena permainan pantang menyerah timnas di dalam lapangan. saat itu kita semua yakin timnas mampu menjadi lebih baik dengan dukungan kita semua.

BUKANKAH KITA BISA SEPERTI ITU MENYIKAPI SEMUA MASALAH NEGERI INI?
Memang masalah negeri ini solusinya tidak semudah kita duduk sambil minum secangkir teh anget sambil menyaksikan pertandingan sepak bola. Tapi setidaknya spirit ketika kita menyaksikan Timnas INDONESIA bertanding bisa tertular dalam kehidupan keseharian kita. semangat kebersamaan serta persatuan dalam menuju satu tujuan.
kita dalam kehidupan sehari-hari memang memiliki tujuan masing-masing dalam mencapai tujuan, dan kadang harus berbenturan dengan tujuan orang lain yang akhirnya akan memicu terjadinya konflik horisontal ataupun vertikal.
saya yakin kita akan mampu mengatasi berbagai permasalahn negeri ini tapi dengan syarat kita bisa mengutamakan kebersamaan serta rasa nasionalisme kita sebagai kekuatan satu bangsa yang utuh. layaknya saat kita bersama-sama mendukung Timnas kita.

kita bisa meniru pemain Timna kita di lapangan untuk mencapai tujuan bersama. bermain penuh semangat dilandasi jiwa sportif dan fairplay. sehingga kita sebagai penonton terasa begitu bangga dan salut menyaksikan perjuangan Timnas kita meskipun prestasinya belum sesuai harapan.
itu mungkin yang patut ditiru pejabat kita yang mempunyai kekuatan untuk menentukan nasib bangsa ini. PAK SBY dan teman-temannya kita harapkan bisa memberi tontonan rakyatnya secara mendidik. harus mampu mencerminkan keutukan bangsa ini, tidak malah terlalu banyak mengurusi kepentingan kelompoknya masing-masing atau bahkan kepentingan diri sendiri.
keadaan bangsa ini menurut saya memang sangat memprihatinkan. bisa saya anggap bangsa ini krisis kepemimpinan. rakyat akan lebih bangga ketika menyaksikan Bambang Pamungkas cs bertanding ketimbang memikirkan pejabat negeri ini, yang akan berdampak rakyat kehilangan kepercayaan dengan pemimpin negeri ini.

melalui tulisan ini semoga pemimpin kita bisa "bermain" dengan kekuasaanya di gedung-gedung mewah mereka layaknya Timnas kita bertanding di Gelora Bung Karno. Amin....
begitu pula dengan diri saya sendiri dan juga para pembaca saya harapkan bisa bersatu pahu mengalahkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama.

Untuk Timnas yang saat ini dilatih Wim Rijsbergen yang akan berlaga dalam laga kualifikasi PPD 2014, saya juga akan selalu dukung apapun keadaan timnas dan apapun keadaan organisasi yang menaungi timnas. semoga pelatih baru tersebut mampu memberi hasil lebih baik dari pelatih sebelumnya Alfred Riedl.

saya yakin setiap pembaca mempunyai harapan besar pada pemimpin negeri ini layaknya harapan kita menunggu prestasi TIMNAS INDONESIA.

melalui tulisan ini sebelum kita menuntut pemerintah kita yang mempunyai tanggung jawab lebih besar bagi kemajuan bangsa tercinta kita ini, MARI KITA BUDAYAKAN SIKAP SPORTIF DAN FAIR PLAY DALAM KEHIDUPPAN KITA MASING-MASING. KARENA CEPAT ATAU LAMBAT KITA JUGA YANG AKAN MENJADI GENERASI PENERUS PIMPINAN BANGSA INI.

bersama ini saya tidak mengajak untuk menyukai sepak bola. Sepak bola merupakan hoby saya dan olah raga hanyalah bidang yang saya tekuni. hanya saja, DENGAN BIDANG YANG SAYA TEKUNI, SAYA YAKIN SAYA MAMPU MEMBERIKAN SEDIKIT SOLUSI UNTUK NEGERI YANG KITA CINTAI INI.
masih ada bidang lain yang mungkin para pembaca kuasai.

MARI KITA KUATKAN BARISAN KITA SEBAGAI SATU KEKUATAN UTUH SEBAGAI BANGSA YANG BESAR DAN MANDIRI!

GARUDA DI DADAKU GARUDA KEBANGGAANKU! AKAN SELALU DI DADAKU DAN MENJADI KEBANGGAANKU...

ITULAH SEPAK BOLA DAN OLAHRAGA DALAM PERSEPSI SAYA...

Comments

Popular posts from this blog

Hidup Tenang atau Senang?

Ditengah hiruk pikuk kehidupan modern ini, saya mengajak kita berhenti sejenak dan menjawab pertanyaan sederhana tapi mendalam: Apakah kita ingin hidup tenang atau hidup senang? Sekilas keduanya terdengar serupa. Namun, sejatinya keduanya bisa berjalan ke arah yang sangat berbeda. Kesenangan seringkali bersumber dari hal-hal yang bersifat sementara. Ia datang dari pencapaian, kekayaan, pujian, atau validasi dari orang lain. Saat semua itu hadir, hati terasa melambung. Tapi begitu hilang, kegelisahan pun datang. Hidup senang bisa terasa seperti mengejar bayangan selalu tampak dekat, namun tak pernah benar-benar bisa digenggam. Sementara itu, ketenangan lahir dari keseimbangan antara pikiran, hati, dan perbuatan. Ia tidak bergantung pada pujian orang lain atau banyaknya materi yang dimiliki. Hidup tenang adalah ketika seseorang mampu berdamai dengan dirinya sendiri menyadari batas, mensyukuri nikmat, dan tidak iri pada apa yang ada di tangan orang lain. Sayangnya, kehidupan modern dengan...

"molimo"

Ada sebuah ungkapan unik yang menggambarkan problematika mertua dengan menantu. Ungkapan atau istilah tersebut saya dengar pertama kali disingkat dengan kata “molimo”. Pada awalnya saya mengenal istilah tersebut adalah   singkatan dari beberapa kata perbuatan tercela dalam masyarakat seperti maling, madat, madon, main dan minum. Tetapi ternyata ada singkatan lain dari ungkapan “molimo” tersebut, yakni madep mantep mangan melu moro tuo, moro tuo muni-muni mantu minggat, moro tuo mati mantu marisi . Dalam bahasa Indonesia ungkapan tersebut kurang lebih berarti keyakinan ikut makan dan tinggal dengan mertua, mertua marah-marah menantu pergi dari rumah, mertua meninggal kemudian menantu mendapatkan warisan” . Dalam menyingkat istilah tersebut ada beberapa perbedaan, selain “molimo” ada yang menyebut dengan istilah “mosongo” atau “molimolas” dan lain sebagainya. Istilah ini familiar di telinga saya sendiri, saya pun terkadang juga memakai istilah ini sekedar untuk guyonan say...

Impian Tampil di Piala Dunia digagalkan Ego PSSI

Berbagai cerita manis telah ditorehkan Sepakbola Nasional. Asa untuk menorehkan sejarah baru, untuk menatap panggung yang selama ini hanya jadi mimpi, Piala Dunia. Tapi di tengah perjalanan itu, terasa badai datang bukan dari lawan di lapangan, melainkan dari keputusan di meja federasi. PSSI memilih berpisah dengan coach Shin Tae-yong sosok yang selama hampir lima tahun terakhir menjadi arsitek perubahan terbesar dalam sepakbola nasional. Bukan soal yang sederhana. Sebab STY bukan hanya pelatih, tapi juga pembentuk budaya baru di tubuh timnas. Dari pola makan, disiplin waktu, hingga mental bertanding, semuanya ia ubah pelan-pelan. Kita masih ingat bagaimana awalnya banyak pemain yang “kaget” dengan standar latihan ala Korea Selatan itu. Tapi dari situlah perubahan dimulai dan proses itu nyata. Jejak yang Tak Bisa Dihapus: Di bawah asuhan STY, timnas Indonesia menapaki fase yang mungkin tak pernah dibayangkan sebelumnya. Diantaranya: Finalis Piala AFF 2020, dengan skuad muda penuh seman...