Skip to main content

mau kemana masa depan bangsa ini?

Sebuah bangsa besar dengan sejarah yang panjang sehingga bisa MERDEKA dari penjajah...

INDONESIA!

kebanggan saya saat nama INDONESIA disebut, negeri yang sangat indah dan kekayaan alam yang melimpah...

saya sangat cinta negeri ini sehingga saya ingin menempati posisi tertinggi di negeri ini semampu yang saya bisa lakukan.

Kenapa seperti itu? Apa negeri ini belum sesuai keinginan saya? Padahal saya sudah sangat bangga dengan negeri ini, meskipun saya bingung apa yang bisa dibanggakan dari bangsa ini. setidaknya rasa bangga dalam diri saya ini muncul dari lubuk hati saya yang terdalam karena rasa tanggung jawab saya sebagai salah satu penghuni negeri ini. kalu kita tidak bangga, siapa yang mau membanggakan negeri ini? setidaknya dengan bangga ini saya bisa melakukan sesuatu yang membanggakan negeri ini..

politik, hukum, sosial, ekonomi, sampai olahraga sebenarnya bukan kapasitas saya bicara. okelah olahraga memang bidang yang saya tekuni. dari situ pula nanti saya akan menumbuhkan rasa bangga dengan negeri saya sendiri ini.
saya menulis artikel ini sambil berpikir sekarang, dengan keadaan bangsa seperti ini, apanya yang bisa saya banggakan?
politik, hukum, sosial, ekonomi bukan ranah saya bicara, tapi saya yakin para pembaca sepakat dari bidang tersebut bingung mana yang harus kita banggakan dari negeri ini...

remaja yang merupakan aset terpenting kebangkitan bangsa ini juga sangat memprihatinkan dalam segala aspek, mereka kehilangan contoh yang baik dari para pemimpinnya. mudah emosi, mudah frustasi, pesimistis, rasa percaya diri yang rendah menjadi gambaran dilingkungan remaja saat ini, cenderung lebih suka hal yang instan dan menyenangkan sesat. saya kira seperti para pemimpinnya...

mana kesatuan dan persatuan bangsa ini dari mulai rakyat biasa sampai pejabat? saya harus menyalahkan siapa?
DIRI SAYA SENDIRI YANG SALAH!
Saya tersentak saat dilingkungan saya sendiri sulit mendapatkan iklim saling menghargai, saling menyayangi, sehingga tumbuh rasa persatuan. Padahal lingkungan saya dari kecil sampai sekarang berada di lingkungan orang-orang yang katanya paham agama.

agama merupakan pondasi saya dalam segala hal. melalui ISLAM saya mendapatkan kunci itu semua. Bagaimana Nabi Muhammad SAW membawa masyarakatnya dari jaman jahilliyah ke jaman yang lebih baik melalui Al-Qur'an yang dibawanya.

dan keadaan bangsa ini  sangat menyedihkan, tak jauh beda dari jaman jahiliyah pada saat itu. kita semua adalah khalifah di muka bumi ini yang diberi amanah Allah SWT untuk memanfaatkan kesempatan hidup bersama ini sebaik-baiknya. bukan saling membunuh, bertengkar, memfitnah, berebut kekuasaan, dan lain-lain yang sekarang menjadi hal biasa di tengah masyarakat kita.

saya sangat prihati dengan bangsa ini, seakan-akan saya ingin menjadi seperti posisi Pak SBY untuk menyatukan semua rakyat INDONESIA, untuk menyadarkan semua masyarakat bahwa kita(rakyat sampai pejabat) memiliki tanggung jawab yang sama akan perbaikan negeri ini. SAYA SEDIH MELIHAT PENGHUNI NEGERI INI SALING MENYALAHKAN. RAKYAT MENGANGGAP PEMERINTAH TIDAK BECUS, PEMERINTAH SALING BERTENGKAR ARGUMEN DAN SIKAP ANTAR PARTAI  DAN GOLONGAN, RAKYAT BERKELAHI SENDIRI, TAWURAN DIMANA-MANA.

ya ampun, kalu kita ingin negeri ini terselamatkan dari kebangkrutan, ayolah sudahi semua itu SEKARANG JUGA!!...

kesan INDONESIA negara terkorup, INDONESIA negeri teroris, dan sebagainya itu tanggung jawab kita bersama. dengan keadaan yang sangat memprihatinkan ini, melalui tulisan saya ini, saya mengajak pembaca dan seluruh elemen negeri ini untuk menyudahi permusuhan dan kebencian demi tujuan bersama.
mari kita utamakan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi kita. mari kita selesaikan bersama-sama semua permasalahn negeri ini dari masalah kecil hingga masalah paling besar.

tulisan ini akan sangat tidak berguna apabila tidak saya mulai dari diri saya sendiri, SAYA YAKIN DENGAN KEMAMPUAN SAYA, SAYA BISA MEMBUAT DIRI SAYA BANGGA DENGAN BANGSA INI.
apabila keyakinan ini ada disetiap naluri remaja INDONESIA, SAYA YAKIN MASA DEPAN BANGSA INI AKAN TERSELAMATKAN.

kita tidak perlu ragu menjawab pertanyaan saya di atas, MAU KEMANA MASA DEPAN BANGSA INI?

KARENA SUDAH PASTI MASA DEPAN BANGSA INI SECERAH MASA DEPAN KITA MASING-MASING.

SAYA, ANDA, DAN KALIAN SEMUA PUNYA TANGGUNG JAWAB YANG SAMA...

bismillah...

INDONESIA! YOU NEVER WALK A LONE...

Comments

Popular posts from this blog

Hidup Tenang atau Senang?

Ditengah hiruk pikuk kehidupan modern ini, saya mengajak kita berhenti sejenak dan menjawab pertanyaan sederhana tapi mendalam: Apakah kita ingin hidup tenang atau hidup senang? Sekilas keduanya terdengar serupa. Namun, sejatinya keduanya bisa berjalan ke arah yang sangat berbeda. Kesenangan seringkali bersumber dari hal-hal yang bersifat sementara. Ia datang dari pencapaian, kekayaan, pujian, atau validasi dari orang lain. Saat semua itu hadir, hati terasa melambung. Tapi begitu hilang, kegelisahan pun datang. Hidup senang bisa terasa seperti mengejar bayangan selalu tampak dekat, namun tak pernah benar-benar bisa digenggam. Sementara itu, ketenangan lahir dari keseimbangan antara pikiran, hati, dan perbuatan. Ia tidak bergantung pada pujian orang lain atau banyaknya materi yang dimiliki. Hidup tenang adalah ketika seseorang mampu berdamai dengan dirinya sendiri menyadari batas, mensyukuri nikmat, dan tidak iri pada apa yang ada di tangan orang lain. Sayangnya, kehidupan modern dengan...

"molimo"

Ada sebuah ungkapan unik yang menggambarkan problematika mertua dengan menantu. Ungkapan atau istilah tersebut saya dengar pertama kali disingkat dengan kata “molimo”. Pada awalnya saya mengenal istilah tersebut adalah   singkatan dari beberapa kata perbuatan tercela dalam masyarakat seperti maling, madat, madon, main dan minum. Tetapi ternyata ada singkatan lain dari ungkapan “molimo” tersebut, yakni madep mantep mangan melu moro tuo, moro tuo muni-muni mantu minggat, moro tuo mati mantu marisi . Dalam bahasa Indonesia ungkapan tersebut kurang lebih berarti keyakinan ikut makan dan tinggal dengan mertua, mertua marah-marah menantu pergi dari rumah, mertua meninggal kemudian menantu mendapatkan warisan” . Dalam menyingkat istilah tersebut ada beberapa perbedaan, selain “molimo” ada yang menyebut dengan istilah “mosongo” atau “molimolas” dan lain sebagainya. Istilah ini familiar di telinga saya sendiri, saya pun terkadang juga memakai istilah ini sekedar untuk guyonan say...

Impian Tampil di Piala Dunia digagalkan Ego PSSI

Berbagai cerita manis telah ditorehkan Sepakbola Nasional. Asa untuk menorehkan sejarah baru, untuk menatap panggung yang selama ini hanya jadi mimpi, Piala Dunia. Tapi di tengah perjalanan itu, terasa badai datang bukan dari lawan di lapangan, melainkan dari keputusan di meja federasi. PSSI memilih berpisah dengan coach Shin Tae-yong sosok yang selama hampir lima tahun terakhir menjadi arsitek perubahan terbesar dalam sepakbola nasional. Bukan soal yang sederhana. Sebab STY bukan hanya pelatih, tapi juga pembentuk budaya baru di tubuh timnas. Dari pola makan, disiplin waktu, hingga mental bertanding, semuanya ia ubah pelan-pelan. Kita masih ingat bagaimana awalnya banyak pemain yang “kaget” dengan standar latihan ala Korea Selatan itu. Tapi dari situlah perubahan dimulai dan proses itu nyata. Jejak yang Tak Bisa Dihapus: Di bawah asuhan STY, timnas Indonesia menapaki fase yang mungkin tak pernah dibayangkan sebelumnya. Diantaranya: Finalis Piala AFF 2020, dengan skuad muda penuh seman...