Skip to main content

arti orang lain??

sejak lahir dan entah mulai kapan, mungkin sejak nabi adam bertemu hawa setiap manusia lahir di bumi ini sudah dikelilingi manusia yang lain. mencium, memeluk, bahkan berebutan menggendong bayi. seluruh keluarga ayah, ibu, dan saudara lingkungan pertama bayi mengenal sosial. saat bayi menangis ayah, ibu, serta saudara bergantian menggendong dan memeluk hinnga si kecil berhenti menangis, dan menyuapi serta memberi kasih sayang...... sementara waktu berjalan si kecil tumbuh dan berkembang sehingga mampu merangkak, berdiri, berjalan, hingga berlari. akhirnya seiring berjalannya waktu di dalam keluarga anak mengerti konflik sosial, anak mulai membandel anak melihat kedua orang tuanya bertengkar, si anak bertengkar dengan adiknya atau kakaknya, atau apapun bentuknya... berjalannya waktu si anak menjadi individu yang hidup dilingkungan sekolah, masyarakat, hingga lingkungan kerja yang selalu berinteraksi dengan orang lain entah teman, sahabat, tetangga, partner kerja, suami, pacar, dan sebagainya.
kita terbangun sampai akan tertidur lagi, sampai terbangun lagi begitu seterusnya kita akan bertemu dengan berbagai macam individu dari orang yg mudah marah, orang yang egois, orang yg bijak, orang baik, orang apalagi??? yang jelas ada jutaan manusia di bumi ini, tentunya jutaan juga perbedaan orang itu???
akhirnya di keluarga, di sekolah, di kantor, di terminal, dan di manapun itu kita menemui konflik dengan orang lain yang kita anggap tidak bisa sepaham dengan kita entah dalam hal apapun, yang mengejawantahkan kita sangat mencintai pacar, teman, sahabat, atau siapapun yg kita anggap sepaham dan bisa memberi sesuatu yang riil bagi kita dalam bentuk uang, kasih sayang atau apapun itu.
kita memiliki kepentingan dan tujuan masing-masing ketika menjalani hidup ini. kita butuh orang lain untuk mencapai kepentingan dan tujuan itu. layaknya ketika kita masih kecil kita menangis akhirnya orang lain itu entah ayah, ibu, atau saudara menggendong hingga kita dituruti apa maunya?? ternyata kita menangis ingin beli es krim, dan dibelikan orang lain tersebut es krim, dan tujuan kita itu tercapai. kita disekolah punya tujuan untuk kehidupan lebih cerdas dan ingin ranking raport di depan, setelah pembagian rapot akhirnya ada teman kita yang ranking ke dua sampai akhir sehingga kita bisa menempati ranking 1... kita menjadi dokter karena ada orang lain sakit dokter jadi profesi paling menggiurkan dengan omset jutaan perbulan bahkan perhari.  kita jadi guru karena banyak anak butuh pendidikan akhirnya bisa mapan... jadi apalagi kita, jabatan apa yg kita jabat, berapa besar gaji kita???? jawabannya karena ada yang membutuhkan!! akhirnya untuk apa kita terlahir??? untuk apa kita hidup bersama-sama di bumi ini??? tidak lain dan tidak bukan kita hidup untuk saling bermanfaat untuk orang lain, untuk saling membantu, saling mengingatkan, saling berbagi, dan saling memberi apa yang bisa kita beri....
tidak akan bisa menghindari KITA BUTUH ORANG LAIN DAN ORANG LAIN BUTUH KITA.
ayo kita tersenyum buat orang lain entah ayah, ibu, saudara, pacar, suami, tetangga, partner kerja, orang islam, kristen, katolik, hindhu, maupun budha dan orang dari belahan bumi manapun :-)
I LOVE YOU ALL...

Comments

Popular posts from this blog

Hidup Tenang atau Senang?

Ditengah hiruk pikuk kehidupan modern ini, saya mengajak kita berhenti sejenak dan menjawab pertanyaan sederhana tapi mendalam: Apakah kita ingin hidup tenang atau hidup senang? Sekilas keduanya terdengar serupa. Namun, sejatinya keduanya bisa berjalan ke arah yang sangat berbeda. Kesenangan seringkali bersumber dari hal-hal yang bersifat sementara. Ia datang dari pencapaian, kekayaan, pujian, atau validasi dari orang lain. Saat semua itu hadir, hati terasa melambung. Tapi begitu hilang, kegelisahan pun datang. Hidup senang bisa terasa seperti mengejar bayangan selalu tampak dekat, namun tak pernah benar-benar bisa digenggam. Sementara itu, ketenangan lahir dari keseimbangan antara pikiran, hati, dan perbuatan. Ia tidak bergantung pada pujian orang lain atau banyaknya materi yang dimiliki. Hidup tenang adalah ketika seseorang mampu berdamai dengan dirinya sendiri menyadari batas, mensyukuri nikmat, dan tidak iri pada apa yang ada di tangan orang lain. Sayangnya, kehidupan modern dengan...

"molimo"

Ada sebuah ungkapan unik yang menggambarkan problematika mertua dengan menantu. Ungkapan atau istilah tersebut saya dengar pertama kali disingkat dengan kata “molimo”. Pada awalnya saya mengenal istilah tersebut adalah   singkatan dari beberapa kata perbuatan tercela dalam masyarakat seperti maling, madat, madon, main dan minum. Tetapi ternyata ada singkatan lain dari ungkapan “molimo” tersebut, yakni madep mantep mangan melu moro tuo, moro tuo muni-muni mantu minggat, moro tuo mati mantu marisi . Dalam bahasa Indonesia ungkapan tersebut kurang lebih berarti keyakinan ikut makan dan tinggal dengan mertua, mertua marah-marah menantu pergi dari rumah, mertua meninggal kemudian menantu mendapatkan warisan” . Dalam menyingkat istilah tersebut ada beberapa perbedaan, selain “molimo” ada yang menyebut dengan istilah “mosongo” atau “molimolas” dan lain sebagainya. Istilah ini familiar di telinga saya sendiri, saya pun terkadang juga memakai istilah ini sekedar untuk guyonan say...

Impian Tampil di Piala Dunia digagalkan Ego PSSI

Berbagai cerita manis telah ditorehkan Sepakbola Nasional. Asa untuk menorehkan sejarah baru, untuk menatap panggung yang selama ini hanya jadi mimpi, Piala Dunia. Tapi di tengah perjalanan itu, terasa badai datang bukan dari lawan di lapangan, melainkan dari keputusan di meja federasi. PSSI memilih berpisah dengan coach Shin Tae-yong sosok yang selama hampir lima tahun terakhir menjadi arsitek perubahan terbesar dalam sepakbola nasional. Bukan soal yang sederhana. Sebab STY bukan hanya pelatih, tapi juga pembentuk budaya baru di tubuh timnas. Dari pola makan, disiplin waktu, hingga mental bertanding, semuanya ia ubah pelan-pelan. Kita masih ingat bagaimana awalnya banyak pemain yang “kaget” dengan standar latihan ala Korea Selatan itu. Tapi dari situlah perubahan dimulai dan proses itu nyata. Jejak yang Tak Bisa Dihapus: Di bawah asuhan STY, timnas Indonesia menapaki fase yang mungkin tak pernah dibayangkan sebelumnya. Diantaranya: Finalis Piala AFF 2020, dengan skuad muda penuh seman...