Santri dalam Reformasi Akhlak!
Bismillah... Kalau kita menengok ke belakang, sejarah bangsa ini tidak bisa dilepaskan dari peran besar para santri. Dari pesantren-pesantren kecil di pelosok hingga yang besar di kota, para santri turun langsung berjuang mempertahankan kemerdekaan. Mereka bukan hanya belajar kitab kuning, tapi juga mempertaruhkan darah merah membawa semangat jihad membela tanah air. Salah satu tonggak pentingnya adalah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang digagas oleh KH. Hasyim Asy’ari. Seruan itu menegaskan bahwa mempertahankan kemerdekaan adalah bagian dari ibadah. Dari situlah lahir semangat perlawanan yang akhirnya memuncak dalam Pertempuran 10 November di Surabaya. Artinya, santri bukan cuma bagian dari sejarah agama, tapi juga sejarah kemerdekaan bangsa. Namun perjuangan tidak berhenti di situ. Setelah kemerdekaan diraih, medan perjuangan bergeser. Musuh bangsa hari ini bukan lagi penjajah bersenjata, tapi penyakit moral yang diam-diam menggerogoti sendi kehidupan kita. Korupsi, ketidakjujuran, ...