Skip to main content

8 oktober?

selamat pagi...

Alahamdulillah pagi cerah ini bisa terbangun dalam keadaan sehat wal'afiat, hari ini juga begitu menyenangkan karena sedikit berbeda dengan hari-hari yang lain, yang membuat sedikit berbeda mungkin salah satunya karena hari ini saya libur sehingga bisa santai sejenak. saat ini saya berada di Klaten mengunjungi rumah sahabat baru saya, semalem saya juga berkesempatan menikmati salah satu sudut kabupaten klaten bersama sahabat saya tersebut. di tempat itu kami  saling menceritakan sisi kehidupan kami, sehingga kamipun bisa belajar dari pengalaman kami sendiri. ya memang itulah salah satu manfaat sahabat sebagai teman hidup kita.

pagi ini saya terbangun jam setengah 5 diingatkan alarm saya. saat saya terbangun saya segera sholat shubuh dengan sahabat saya dan setelah itu saya juga ingat hari ini tanggal 8 oktober. setiap tahun tanggal berapapun akan terulang, termasuk hari ini, setelah 8 oktober tahun-tahun sebelumnya kita ditemukan lagi dengan 8 oktober di tahun 2011 ini. seperti kebiasaan saya menulis, keinginan untuk menulis datang secara tiba-tiba. begitu juga saat ini secara begitu saja jari jemari saya ingin berolah raga di atas keyboard. hehe..... (lebay).

hari ini saya pengen berbagi dengan pembaca, hehe...

setiap hal yang terjadi dalam hidup ini adalah serangkaian peristiwa yang kita sendiri mendambakan satu titik yang menjadi cita-cita dan keinginan.
tanggal ini pada tahun sebelumnya saya merasakan mendapatkan dan berada pada titik yang saya inginkan tersebut, tapi hari ini keadaan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. para pembaca pastinya juga punya cerita sendiri tentang masa lalu yang masih terkenang sampai sekarang. sepertinya hari ini me-refresh pikiran saya tentang hari-hari yang lalu, hari-hari yang membawa saya berjalan hingga seperti ini.
semua hal telah kita dapatkan dari masa lalu (8 oktober yang lalu) yang membentuk kita jadi seperti sekarang.
saat para pembaca membaca tulisan saya ini mungkin akan ikut membayangkan yang terjadi dengan masa lalu. apapun masa lalu itu sangat bijaksana apabila sekarang kita menyiapkan untuk masa depan kita. saya dan para pembaca yakin saat membaca tulisan ini dalam keadaan sadar dan masih bisa bernafas. dengan dasar itu bisa menjadi motivasi kita untuk membangun masa depan dengan masa lalu seperti apapun bentuknya. dan saya juga sangat yakin dengan masa lalu yang saya miliki saya yakin mampu berbuat lebih baik di 8 oktober tahun selanjutnya..

kadang sifat manusiawi saya muncul, saya bingung harus memikirkan masa lalu saya atau masa depan saya yang jelas lebih penting. perasaan dan naluri saya tidak bisa dihilangkan atau memungkiri merasa sedih, kecewa, sakit hati, dan lain sebagainya yang sampai sekarang masih ada dalam benak hati saya tentang masa lalu.tapi inilah kehidupan nyata yang harus saya jalani. saya tidak ingin memenangkan semua perasaan itu tentang masa lalu saya, saya memiliki kewajiban meneruskan amanah saya dilahirkan di muka bumi ini sebagai khalifah, karena setidaknya sampai 8 oktober 2011 ini saya masih dikasih Allah kesempatan membangun kehidupan untuk masa depan.

apapun masa lalu kita? ALLAH SWT akan melihat proses kehidupan kita yang akan diakhiri dengan maut. Percayakah kita?

dengan mengingat kebesaran Allah SWT adalah satu cara terbaik mengalahkan semua perasaan tentang masa lalu.

sangat tidak bijaksana jika hanya menjastifikasi masa lalu dengan keburukan yang melalaikan kebaikan yang ada. tapi saya kira itu bisa diwajari karena rasa pengharapan kita yang luar biasa besar terhadap sesuatu yang ternyata semu!
dan itulah kesalahan terbesar dalam kehidupan kita yang pernah kita lalui. jangan sampai hal itu terjadi dalam kehidupan di depan kita selanjutnya...

Alhamdulillah yang saya rasakan saat ini berimbang, saya kehilangan sesuatu dan saya mendapatkan sesuatu.

bersama tulisan ini saya ingin menyampaikan, apapun keadaan masa lalu kita dahulu jangan lalai menyiapkan masa depan.
melalui tulisan ini saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada masa lalu...

NEVER GIVE-UP!

Comments

Popular posts from this blog

Hidup Tenang atau Senang?

Ditengah hiruk pikuk kehidupan modern ini, saya mengajak kita berhenti sejenak dan menjawab pertanyaan sederhana tapi mendalam: Apakah kita ingin hidup tenang atau hidup senang? Sekilas keduanya terdengar serupa. Namun, sejatinya keduanya bisa berjalan ke arah yang sangat berbeda. Kesenangan seringkali bersumber dari hal-hal yang bersifat sementara. Ia datang dari pencapaian, kekayaan, pujian, atau validasi dari orang lain. Saat semua itu hadir, hati terasa melambung. Tapi begitu hilang, kegelisahan pun datang. Hidup senang bisa terasa seperti mengejar bayangan selalu tampak dekat, namun tak pernah benar-benar bisa digenggam. Sementara itu, ketenangan lahir dari keseimbangan antara pikiran, hati, dan perbuatan. Ia tidak bergantung pada pujian orang lain atau banyaknya materi yang dimiliki. Hidup tenang adalah ketika seseorang mampu berdamai dengan dirinya sendiri menyadari batas, mensyukuri nikmat, dan tidak iri pada apa yang ada di tangan orang lain. Sayangnya, kehidupan modern dengan...

"molimo"

Ada sebuah ungkapan unik yang menggambarkan problematika mertua dengan menantu. Ungkapan atau istilah tersebut saya dengar pertama kali disingkat dengan kata “molimo”. Pada awalnya saya mengenal istilah tersebut adalah   singkatan dari beberapa kata perbuatan tercela dalam masyarakat seperti maling, madat, madon, main dan minum. Tetapi ternyata ada singkatan lain dari ungkapan “molimo” tersebut, yakni madep mantep mangan melu moro tuo, moro tuo muni-muni mantu minggat, moro tuo mati mantu marisi . Dalam bahasa Indonesia ungkapan tersebut kurang lebih berarti keyakinan ikut makan dan tinggal dengan mertua, mertua marah-marah menantu pergi dari rumah, mertua meninggal kemudian menantu mendapatkan warisan” . Dalam menyingkat istilah tersebut ada beberapa perbedaan, selain “molimo” ada yang menyebut dengan istilah “mosongo” atau “molimolas” dan lain sebagainya. Istilah ini familiar di telinga saya sendiri, saya pun terkadang juga memakai istilah ini sekedar untuk guyonan say...

Impian Tampil di Piala Dunia digagalkan Ego PSSI

Berbagai cerita manis telah ditorehkan Sepakbola Nasional. Asa untuk menorehkan sejarah baru, untuk menatap panggung yang selama ini hanya jadi mimpi, Piala Dunia. Tapi di tengah perjalanan itu, terasa badai datang bukan dari lawan di lapangan, melainkan dari keputusan di meja federasi. PSSI memilih berpisah dengan coach Shin Tae-yong sosok yang selama hampir lima tahun terakhir menjadi arsitek perubahan terbesar dalam sepakbola nasional. Bukan soal yang sederhana. Sebab STY bukan hanya pelatih, tapi juga pembentuk budaya baru di tubuh timnas. Dari pola makan, disiplin waktu, hingga mental bertanding, semuanya ia ubah pelan-pelan. Kita masih ingat bagaimana awalnya banyak pemain yang “kaget” dengan standar latihan ala Korea Selatan itu. Tapi dari situlah perubahan dimulai dan proses itu nyata. Jejak yang Tak Bisa Dihapus: Di bawah asuhan STY, timnas Indonesia menapaki fase yang mungkin tak pernah dibayangkan sebelumnya. Diantaranya: Finalis Piala AFF 2020, dengan skuad muda penuh seman...